Rabu, 09 Februari 2011

YANG PENTING BUKAN POSISI TAPI PERAN

Yang Penting Bukan Posisi tapi Peran

Kemunculan pasangan BERSINAR, Drs. Hi. Samsurijal Mokoagow, SH – Ir. Nurdin Mokoginta, MM, cukup mengagetkan. Jagad perpolitikan Bolaang Mongondow yang sedang menghadapi suksesi Bupati-Wakil Bupati tak pernah memperhitungkan Perwira Menengah Mabes Polri dan Panglima PNS Gorontalo ini akan berpasangan.
Jelas keduanya telah diskenariokan oleh SANG MAHA SUTRADARA, Allah SWT, untuk berpasangan dalam pemilihan Bupati-Wakil Bupati Bolaang Mongondow tanggal 19 Maret nanti. Namun scenario ini tak ada yang tahu, termasuk pasangan kandidat.
“Selama ini keduanya sama-sama mensosialisasikan diri sebagai bakal kandidat Bupati sehingga tak pernah berkomunikasi untuk berpasangan. Walau demikian, Alhamdulillah semua lancar dan keduanya mendaftarkan diri sebagai pasangan,” kata Ir. Ferry Mokoginta, MBA.

Perjalanan Berliku
Perjalanan pasangan kandidat ini bisa dikatakan sangat berliku. Sejak kemunculan Drs. Hi. Samsurijal Mokoagow, SH, MH dan Ir. Hi. Nurdin Mokoginta, MM, telah muncul upaya-upaya penghadangan.
“Samsurijal Mokoagow awalnya di akomodir oleh partai-partai besar, bahkan ada yang telah membuat MoU (Memorandum of Understanding, Red) atau nota kesepakatan yang di dalamnya memuat kesepakatan untuk mengusung Pak Sam untuk menjadi kandidat Bupati melalui partai tersebut. Karena sudah ada MoU maka kami memberanikan diri untuk mencantumkan partai tersebut di baliho. Nyatanya, partai tersebut ternyata mengusung kandidat lain. Ini sungguh mengherankan,” kata Muliadi Mokodompit, SE, MSi.
Muliadi memperkirakan ada kesengajaan secara politik sehingga Drs. Hi. Samsurijal Mokoagow, SH, MH tidak terakomodir di pesta rakyat 2011 ini.
“Mereka itu sengaja menggantung pengusungan Pak Sam sampai pendaftaran. Ketika pendaftaran, mereka akan melarikan dukungan sehingga kandidat kami tidak terakomodir. Ini permainan politik yang tidak menguntungkan daerah,” tukas Muliadi.
Di pihak Ir. Hi. Nurdin Mokoginta, MM, pun permainan yang sama dilakukan oleh beberapa partai yang mencoba membangun komunikasi politik dengan Panglima PNS Gorontalo ini.
“Begitu banyak partai yang menyambangi Pak Nurdin dan meminta beliau agar mempergunakan partai mereka untuk menjadi kendaraan politik namun menjelang pendaftaran, mereka malah mengusung bakal kandidat lain,” kata Deni Mokodompit, SE.
Duo Mokodompit ini menyesalkan sikap partai yang kebanyakan lebih mengedepankan kepentingan pragmatis dibandingkan kepentingan untuk membangun Bolaang Mongondow.
Isu yang menerpa pasangan kandidat inipun sungguh luar biasa. Selain persoalan partai, persoalan kefiguran mereka pun dipermasalahkan. Di tengah masyarakat beredar kabar bahwa Samsurijal Mokoagow tak jadi maju dalam Pilkada karena tak mendapatkan izin Kapolri, masih tersangkut kasus di mana Pamen Mabes Polri ini memberikan kesaksian, dan lainnya. Pun Nurdin Mokoginta diterpa isu bahwa arsitek Provinsi Gorontalo ini belum berbuat untuk daerah kemudian tiba-tiba datang dan mencalonkan diri.
Menjawab isu miring ini, duo Mokodompit hanya tersenyum.
“Sebenarnya menanggapi isu seperti ini hanya buang-buang energy karena semua sudah jelas. Namun sedikit klarifikasi pada masyarakat, Pak Sam telah mendapatkan izin dari Kapolri, juga keberadaan beliau dalam satu kasus hanya sebagai saksi sehingga tak perlu dipersoalkan lagi. Begitu juga dengan beliau berdua belum berbuat karena memang mereka professional dibidangnya masing-masing di luar daerah. Insya Allah rakyat memberikan kesempatan pada beliau berdua untuk memimpin daerah ini maka beliau berdua pun akan professional dalam membangun daerah. Dan peran mereka akan terlihat di sini. Yang paling penting masyarakat Bolaang Mongondow ketahui, beliau berdua punya segudang prestasi di bidangnya masing-masing. Prestasi-prestasi ini yang menjadi modal mereka untuk membangun daerah sehingga daerah kita bisa BERSINAR dan terlihat sampai di luar,” ungkap Fery Mokoginta.

Yang Penting Peran
Walau ada partai yang melarikan dukungan dan diterpa isu segala macam namun ternyata tak semua partai bersikap pragmatis. Masih ada partai yang berpikir lebih maju, dengan menyatukan Samsurijal dan Nurdin dalam paket kandidat Bupati dan Wakil Bupati. Sikap partai-partai ini disetujui dan sangat didorong oleh DPP (Dewan Pimpinan Pusat) masing-masing partai sehingga tak menjadi masalah ketika partai-partai ini mencalonkan BERSINAR.
Yang jadi masalah tinggal dipasangan kandidat ini.
“Memang agak berat membahasakan ke Pak Nurdin untuk menjadi kandidat Wakil Bupati karena beliau telah mensosialisasikan untuk menjadi kandidat Bupati. Selain itu kapasitas, kapabilitas, serta prestasi beliau yang luar biasa membuat kita sungkan untuk menawarkan berpasangan dengan Pak Sam. Alhamdulillah, ketika dihubungi, beliau cukup antusias mengingat beliau berdua memang punya visi yang sama untuk membangun daerah ini,” kata Muliadi.
Nurdin Mokoginta, ketika dihubungi, mengatakan bahwa persoalan yang memberatkannya ketika ditawari menjadi kandidat Wakil Bupati hanya pendukungnya.
“Walau belum bertemu namun saya sudah membaca visi Pak Samsurijal, juga berusaha mengenali figurnya. Beliau orang besar yang kebesarannya telah diakui di pusat kekuasaan Negara kita, tentu beliau sangat serius dalam membangun daerah kita tercinta ini ketika beliau menyatakan akan maju di Pilkada. Jelas beliau sevisi dengan saya yang juga serius membangun daerah kita tercinta ini di segala bidang. Namun saya harus bertanya lebih dahulu pada simpatisan saya karena merekalah yang meminta saya untuk maju dalam Pilkada ini. Alhamdulillah, kebanyakan simpatisan sangat mendukung penyatuan saya dengan Pak Sam. Jika demikian, apa lagi yang dipersoalkan? Bismillah saja, Insya Allah pasangan ini diberi berkah,” kata birokrat yang telah membangun Provinsi Gorontalo ini.
Lebih lanjut, Sekda Gorontalo ini menyatakan bahwa untuk membangun daerah, bukan posisi yang penting tetapi fungsi.
“Yang penting adalah peran. Di Gorontalo, dua tahun pertama setelah Gorontalo menjadi Provinsi, saya ditempatkan di Bapeda kemudian di Pekerjaan Umum sehingga saya terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan, kemudian ditempatkan di instansi yang perlu dibenahi sehingga saya belajar banyak soal pembenahan suatu instansi. Karena sudah sering mengerjakan maka Insya Allah saya meyakini Bolaang Mongondow akan bisa kita benahi sehingga lebih maju dibandingkan daerah lain. Yang penting, kami diberi peran. Dan Alhamdulillah, Insya Allah saya dan Pak Sam dipercaya masyarakat maka peran itu akan kami jalankan,” terang Nurdin.
Samsurijal sejalan dengan Nurdin. Menurut Pamen Mabes Polri ini, daerah ini harus dikelola dengan baik. Dan pengelolaan itu bisa dibagi antara dirinya dengan Nurdin Mokoginta seandainya rakyat memberikan kepercayaan pada mereka berdua.
“Alhamdulillah kita bisa berpasangan sehingga kita bisa berbagi wilayah tugas pengelolaan daerah kita ketika rakyat mengamanatkan kepemimpinan daerah ini pada kami berdua,” katanya.

Jalan-jalan Tuhan
Menurut putra Proklamator, yang masih berdarah Bolaang Mongondow, Toto S. Soekarno Putra, lika-liku yang menyatukan pasangan ini merupakan jalan-jalan Tuhan yang akan diberkahi.
“Pasangan ini sungguh paripurna. Lika-liku perjalanan beliau berdua sehingga dapat berpasangan seperti sekarang merupakan jalan-jalan Tuhan yang Insya Allah diberkahi,” kata putra Kartika Manoppo ini.
Ketua DPC Gerindra Bolaang Mongondow, Darsudi Gali, SAg, sependapat dengan Mas Toto—panggilan Toto S. Soekarno Putra.
“Takdir Allah telah mempertemukan dan menyatukan pasangan ini. Insya Allah mereka juga yang diamanatkan Tuhan dan rakyat Bolaang Mongondow untuk memimpin pembangunan Bolaang Mongondow ke depan sehingga Bolaang Mongondow dapat bersinar,” kata DPC Partai Gerindra, Darsudi Gali, SAg.
Karena kuatnya charisma yang terpancar dalam diri pasangan kandidat ini maka partai politik yang telah mendaftarkan pasangan BERSINAR tetap konsisten.
“Insya Allah dengan kesadaran rakyat bahwa daerah ini harus dibangun maka pasangan BERSINAR akan memenangkan pesta demokrasi di Bolaang Mongondow ini. Dan kami selalu siap bersama beliau berdua,” kata Ketua DPC PPP, Faisal Ani. (*)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar